Jumat, 17 April 2009

Lagi, Video Mesum Pelajar Hebohkan Warga

SUBANG - Masyarakat kembali dihebohkan dengan beredarnya adegan video porno yang dilakukan sepasang ABG tingkat SMA. Hal ini menambah daftar panjang sisi negatif dunia pendidikan di Indonesia.

Kali ini, video mesum yang terekam dalam kamera telepon genggam (HP) menggambarkan seks bebas yang dilakukan sepasang ABG itu beredar dikalangan masyarakat dan pelajar di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Pantauan mata, dalam video berdurasi 4,63 menit itu, digambarkan secara detil dan kronologi aksi kedua ABG tersebut. Diawali dengan ciuman bibir secara bersamaan dan keduanya langsung melucuti pakaian mereka masing-masing.

Selain melakukan hubungan layaknya suami istri, dalam video mesum itu tampak dengan jelas pasangan wanita melakukan oral. Sementara pasangan prianya sesekali melakukan aksi pencabulan dengan jari ke alat vital wanita.

Aksi itu dilakukan di sebuah kebun kelapa sawit Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang dengan alas pakain mereka. Gambar itu, dilakukan oleh pelaku pria dengan tangan kananya, pelaku mengarahkan kamera HP ke bagian alat vital dan dada pasangannya.

Hingga kini, pelaku video porno itu belum diketahui identitasnya. Gadis berkulit bersih dan rambut sebahu itu mengenakan baju putih dan jeans biru. Sementara pasangannya, menggunakan kaos hitam dan jeans biru. Keduanya berada di lokasi "eksekusi" dengan menggunakan motor jenis bebek.

Merebaknya video mesum, terjadi sejak beberapa bulan lalu. Mereka mendapatkan gambar tersebut dari HP ke handphone. Tidak hanya di kalangan dewasa, namun video mesum itu sudah dikonsumsi oleh kalangan pelajar dari tingkat SMP.

Fenomena itu menimbulkan kekhawatiran bagi sejumlah orang tua. Iis Rochaeti (34) misalnya, ibu dua putri ini khawatir jika gambar dalam video itu menjadi inspirasi bagi anak-anak remaja usia pelajar. "Sebagai orang tua, kami khawatir ini menjadi tren di kalangan anak-anak, apalagi pendidikan agama di sekolah sangat minim," ujar Iis.

Iis berharap, baik pihak sekolah maupun aparat kepolisian segera melakukan tindakan terhadap anak didiknya. Menurut dia, bisa saja dilakukan operasi telpon genggam, "Jangan sampai seks bebas meracuni anak didik kita," harapnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar